12 September 2014 - 23:18
Tidak Ada Harapan dari AS Kecuali Permusuhan

Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Ali Movahhedi Kermani menyatakan, Amerika Serikat adalah musuh utama bangsa Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Ali Movahhedi Kermani menyatakan, Amerika Serikat adalah musuh utama bangsa Iran.

Ditujukan kepada para juru runding nuklir Iran dengan Kelompok 5+1, Ayatullah Kermani mengatakan, “Tentang Amerika Serikat, tidak perlu perenungan, karena negara itu adalah musuh utama bangsa Iran dan tidak ada yang bisa diharapkan dari musuh kecuali permusuhan.”

Khatib shalat Jumat Tehran seraya mendukung tim juru runding Iran dan menegaskan, “Memperhatikan garis-garis merah [negara], yang pasti adalah penekanan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dan rakyat.”

Ayatullah Kermani menyinggung pertemuan terbaru para anggota Dewan Ahli dengan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dan mengatakan, rezim imperialis sedang mengalami degradasi dan pemerintahan Islam sedang terbit.

Khatib shalat Jumat Tehran menilai Iran sebagai pemenang dan Amerika Serikat sebagai pencundang dan menambahkan, Barat khususnya Amerika Serikat dengan klaim-klaim bohong kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia, telah merusak [citra] diri mereka sendiri di dunia.

Menyinggung fakta Amerika Serikat menggunakan bom atom di Jepang dan menewaskan ribuan orang dalam serangan itu serta keberadaan penjara-penjara Guantanamo dan Abu Ghraib, Ayatullah Kermani mengatakan, ulah Amerika Serikat adalah kudeta terhadap pemerintahan-pemerintahan independen dan sejak akhir Perang Dunia Kedua hingga kini AS telah menggulingkan 50 pemerintahan di dunia.

Khatib shalat Jumat Tehran menjelaskan bahwa penggunaan kekuatan dan sanksi terhadap berbagai negara dan pemerintahan yang anti imperialisme serta dukungan terhadap terorisme, invasi ke Irak, Afghanistan, dan serangan udara ke Pakistan, menjadi bukti-bukti degradasi rezim imperialis.

Menurutnya, berdasarkan berbagai bukti dan dokumen, Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di kawasan adalah para inventor dan pendukung gerakan al-Qaeda dan ISIS di kawasan.

Berbicara terkait kemenangan muqawama melawan Israel dalam Perang 33 Hari (tahun 2006 oleh Hizbullah), Perang 22 Hari (tahun 2008-2009 oleh Gaza), Perang Delapan Hari (tahun 2012 di Gaza) dan Perang 50 Hari di Gaza, Ayatullah Kermani mengatakan, “Kemenangan-kemenangan tersebut membuktikan kekosongan rezim Barat dan Zionis Israel serta kekuatan pemerintahan Islam di kawasan.(IRIB)